Being Young Entrepreneur

What is different between entrepreneurship and entrepreneur ?

Entrepreneurship adalah jiwa kewirausahaan yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas kewirausahaan juga kemampuan managerial yang dibutuhkan seorang entrepreneur. Sedangkan Wirausahawan (entrepreneur) didefinisikan sebagai seseorang yang membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, dan asset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang lebih besar daripada sebelumnya, dan juga dilekatkan pada orang yang membawa perubahan, inovasi, dan aturan baru. Jiwa kewirausahaan merupakan suatu pembentukan motivasi dalam diri yang terbentuk dengan sendirinya. Seseorang yang mempunyai jiwa entrepreneurship harus bisa membentuk karakternya menjadi seorang pemimpin yang bisa memimpin dirinya dan juga orang lain

Keterkaitan kepemimpinan (Leadership) dalam kewirausahaan merupakan sesuatu
yang saling berhubungan. Seorang pemimpin yang baik akan menghasilkan penerusnya yang baik pula. Jiwa seorang pengusaha sama halnya dengan seorang pemimpin, yang menentukan keberhasilan suatu usaha itu ditentukan bagaimana seorang pemimpin itu menentukan langkahnya. Kesuksesan dalam memimpin suatu organisasi tidak dapat terjadi begitu saja tanpa

memiliki kemampuan dan memimpin diri sendiri (Self Leadership). Kewirausahaan juga berarti mendirikan sesuatu secara independent baik secara keseluruhan yang meliputi managerial, keuangan, pemasaran hingga pendistribusian.
Hal ini dapat dikaitkan dengan beberapa sifat-sifat seorang pemimpin (Leadership) yaitu antara lain adalah :
  1. Berorientasi pada hasil, maksudnya adalah hasil yang diciptakan merupakan hasil yang diinginkan. Ibaratkan saja seorang pemain sepak bola orientasi hasil mereka adalah memasukan bola ke gawang dengan team work antara pemain yang lain . Seorang pengusaha harus bisa setting target mereka dalam mencapai hasil. Jika dalam ilmu ekonomi kita mengenalnya dengan istilah Break Event Point yaitu analisa perkiraan secara statistik dalam pencapaian suatu perencanan bisnis.
  2. Berani mengambil resiko (risk taking), keberanian merupakan modal utama dalam memulai suatu usaha, dimana mental seorang pengusaha harus kuat dan dapat mencium dimana peluang itu ada. Mereka juga harus siap dengan segala resiko yang akan terjadi.
  3. Fokus pada tujuan, intinya pemimpin itu harus dapat focus menentukan bagaimana dia bersikap dan bertindak. Seorang pemimpin tidak boleh plin-plan dan harus bisa tegas.
  4. High energy level, maksudnya mempunyai level energi yang tinggi. Seorang pemimpin harus dapat menempatkan dirinya adalah sebagai “ I am the source” saya adalah sumbernya, maksudnya adalah energy yang diciptakan seorang pemimpin menentukan bagaimana sekitarnya bertindak. Misalnya saja seorang pemimpin yang percaya diri akan menghasilkan bawahan yang percaya diri juga. Energy yang ditimbulkan menciptakan hasil yang dicapai.
Diusia muda seperti sekarang ini, jiwa entrepreneurship harus ditumbuhkan, merupakan suatu pilihan jika suatu hari menjadi entrepreneur dan menjalankan bisnis secara independent. faktor resiko pasti ada yaitu gagal, tetapi menurut saya kegagalan itu merupakan awal dari keberhasilan dan dari situlah kita belajar untuk dapat bangun kembali. Banyak orang yang memilih untuk bekerja dengan orang lain dikarenakan masih mencari pengalaman yang lebih banyak didalam dunia kerja. Hal tersebut juga saya rasakan ketika masih bekerja di sebuah perusahaan.

Ketika saya berada didalam perusahaan orang lain dan bekerja dengan mereka, intrapreneurship saya tumbuh. Intrapreneurship adalah "Seseorang dalam sebuah perusahaan besar yang mengambil tanggung jawab langsung untuk mengubah ide menjadi produk akhir yang menguntungkan melalui asertif-risiko mengambil dan inovasi". Intrapreneurship sekarang dikenal sebagai praktek gaya manajemen perusahaan yang mengintegrasikan mengambil risiko dan pendekatan inovasi, serta pahala dan teknik motivasi, yang lebih tradisional dianggap sebagai provinsi kewirausahaan. Intrapreneur adalah Inside pengusaha yang mengikuti tujuan organisasi. Dari sini saya belajar untuk mandiri dan mendirikan suatu usaha sendiri, memang merupakan suatu resiko yang besar, karena harus membiasakan diri untuk dapat memimpin diri sendiri. Apalagi di usia muda ini, tingkat kelabilan dalam mengambil keputusan sangat mempengaruhi, dan disinilah tantangannya untuk meningkatkan self leadership kita di usia muda ini.

Salah satu tokoh yang mengispirasi saya dalam Leadership adalah Nabi Muhammad SAW, saya belajar dari hal kecil beliau ketika mempraktekan jiwa leadershipnya yaitu ketika waktu kecil Rasulullah mepunyai pekerjaan yaitu sebagai pengembala ternak. Inti dari pekerjaan sebagai pengembala ternak ini, membutuhkan suatu skill leadership yang baik. Sama halnya dengan beliau memimpin dan mengarahkan para ternak untuk mendapatkan makanan yaitu berupa rumput hijau yang baik. Beliau juga mempunyai sisi melindungi ( high protection ) dimana harus melindungi ternaknya dari pencuri dan pemangsa. Jika di kembalikan kedalam hidup contoh kecil ini memang awal dari sebuah sikap dasar untuk memimpin yaitu controling, protecting, responsible, caring, goal oriented, jika hal ini ditumbuhkan dalam diri kita, disitulah entrepreneurship dalam diri kita berkembang. Awal berjalannya sebuah bisnis diawali dengan terbentuknya suatu tujuan dan juga niat yang menghasilkan hasil. disinilah menariknya menjadi young entrepreneur, menghadapi suatu tantangan dan mengembangkan diri dengan belajar dari kesalahan dan pengalaman orang lain. Tentunya menghasilkan sesuatu yang baru dengan strategi yang fresh... Hidup Entreprenur !!!!!

Back to Top